Kamis, 06 Mei 2010

Aty Cancer Sempat Pesimis Menjadi Pemeran Utama

The following paragraphs summarize the work of news experts who are completely familiar with all the aspects of news. Heed their advice to avoid any news surprises.
Empat puluh tahun lebih malang melintang di jagat perfilman Indonesia tidak pernah satu kali pun Aty Cancer menjadi pemeran utama. Karenanya, saat didapuk untuk menjadi pemeran utama dalam EMAK INGIN NAIK HAJI, dirinya sempat pesimis. Apalagi industri perfilman Indonesia saat ini lebih banyak memilih anak-anak muda sebagai bintang utama mereka.

See how much you can learn about news when you take a little time to read a well-researched article? Don't miss out on the rest of this great information.

"Ini menariknya saya, karena selama 40 tahun saya bermain di film layar lebar tidak pernah jadi pemeran utama. Saya sempat pesimis karena film-film kita banyaknya orang-orang muda," jelas Aty saat ditemui di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Rabu (05/05).

Pada gelaran bergengsi IMA 2010, Aty berhasil mengalahkan Atiqah Hasiholan (JAMILA DAN SANG PRESIDEN), Fanny Fabriana (HARI UNTUK AMANDA), Leony VH (IDENTITAS) dan Tika Putri (QUEEN BEE). Penghargaan sebagai pemeran utama terbaik tersebut adalah penghargaan pertama selama ia terjun ke dunia layar lebar.

"Ini yang pertama (dapat penghargaan) makanya saya gak nyangka dapat, ini anugerah paling tinggi saya dapat. Ajaib aja ada orang yang berani bikin film pemerannya orang tua bukan yang muda," terang Aty. (kpl/buj/npy)

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing--the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar