Kamis, 08 April 2010

Nia Zulkarnaen Optimis Film Kedaerahan Akan Laku

The only way to keep up with the latest about news is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about news, it won't take long for you to become an influential authority.
It's really a good idea to probe a little deeper into the subject of news. What you learn may give you the confidence you need to venture into new areas.

Produser film Nia Zulkarnaen mengatakan, film yang memiliki idealisme kedaerahan pasti akan laku dan diterima penonton film Indonesia. "Cerita film bermuatan daerah tidak harus cerita asli daerah itu, yang penting settingnya menggambarkan kebudayaannya," kata Nia saat diskusi dan pemutaran film KING, di Bandung, Kamis (8/4), sebagai bagian dari rangkaian Festival Film Bandung 2010. Untuk membuat penonton lebih tertarik, lanjut Nia, tema film harus dibuat sederhana, seperti film keluarga dan film anak namun tetap dibalut dengan muatan kedaerahan. Nia telah membuktikannya dengan memproduseri empat film keluarga dengan latar beberapa kebudayaan daerah di Indonesia, yaitu DENIAS SENANDUNG DI ATAS AWAN, LIBURAN SERU, KING, dan TANAH AIR BETA, film terbarunya yang akan ditayangkan pertengahan Juni. Selain latar daerahnya, kekuatan film seperti ini ada pada dialek tokohnya, kata dia, sehingga penonton tidak bosan disuguhi percakapan melulu Bahasa Indonesia dalam film. Nia menjelaskan kesulitan pembuatan film seperti itu adalah saat memilih budaya yang akan diangkat. Suasana dan cuaca di lokasi baru membuat semua tokoh dan kru film harus beradaptasi sebelum proses pembuatan film. Selain itu, kata dia, masalah sponsor tak jarang menghambat produksi film bermuatan budaya daerah. "Pihak sponsor hanya mau mendanai film dengan budaya daerah yang berpotensi menghasilkan profit. Namun film-film berlatar budaya daerah sekarang banyak disukai penonton, jadi sponsor banyak berpartisipasi," kata Nia. Dia mengatakan, saat ini apresiasi dan partisipasi penonton terhadap film bermuatan daerah meningkat. Ia dan Ari Sihasale, suami sekaligus sutradara film KING dan TANAH AIR BETA, memiliki motivasi untuk membuat film dengan latar budaya daerah lainnya. "Indonesia itu komplit dan cantik. Semua budaya ada di sini. Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia luas, khususnya masyarakat Indonesia itu sendiri," kata Nia. (ant/bun)

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar