Jumat, 02 April 2010

Tolak Tawaran Cabup Pacitan, Sarah Azhari Pilih S2

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.
Dari sekian nama seperti Cici Paramida maupun Julia Perez, nama Sarah Azhari ternyata sempat mampir untuk dicalonkan sebagai Calon Bupati Pacitan. Ia didukung oleh partai-partai di koalisi 8. Sayangnya, Sarah memilih untuk menolak tawaran tersebut karena masih ingin menimba ilmu lebih banyak soal politik dengan mengambil gelar Master. Hal tersebut diungkapkan oleh Ani, manajer Sarah secara langsung.

"Memang sebulan yang lalu ada orang yang datang ke kita dan menawarkan secara langsung kepada Mbak Sarah agar bersedia menjadi Calon Bupati Pacitan. Awalnya orang tersebut menghubungi saya dan minta saya dan Mbak Sarah untuk ketemu. Kemudian dari hasil pertemuan tersebut Mbak Sarah minta waktu, untuk memikirkan jadi atau tidak menerima tawaran tersebut, sekitar seminggu. Tapi setelah seminggu, Mbak Sarah mengaku belum siap untuk menjadi calon Bupati Pacitan," tutur Ani.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

Dihubungi via telepon pada Jumat (2/4), Ani menjelaskan bahwa ketidaksiapan Sarah terjun ke dunia politik karena beberapa poin. "Yang pertama karena Mbak Sarah masih pingin meneruskan sekolahnya ke jenjang S2. Kedua, Mbak Sarah masih pengen belajar lagi serta menambah pengetahuan di bidang politik, meskipun bidang politik sudah dikuasai semenjak dia mendapat gelar S1 jurusan Hubungan Internasional, jadi wajar kalau Mbak Sarah menolak. Tapi kalau tawaran itu datang lagi di tahun selanjutnya, mungkin Mbak Sarah mau," jelasnya.

"Ya, sebenarnya, kalau bicara politik Mbak Sarah jago atau bisa lah, karena waktu kuliah dia sangat bagus dan yang paling utama Mbak Sarah melihat tidak semudah atau segampang untuk menjadi seorang Bupati seperti membalikkan telapak tangan," sambung Ani.

Diakuinya, Sarah sendiri yang berencana melanjutkan kuliah S2 di Amerika atau Eropa tahun ini, sudah sering sharing soal politik dengan dua kakaknya yakni Rahma dan Ayu. Pasalnya, ia tidak mau asal maju dan bukan sembarang memimpin. Kalau hanya asal-asalan saja, pasti bisa jadi bahaya. Dan mengenai banyaknya saingan dari kalangan artis, Sarah mengaku tidak takut.

"Mbak Sarah nggak pernah mikirin hal itu. Siapapun saingannya dia terima saja, karena untuk jadi Bupati yang memilih bukan diri sendiri, tapi masyarakat banyak. Apalagi jadi pemimpin daerah atau pemerintahan. Ini bicara tanggung jawab," tegas Ani. (kpl/hen/boo)

That's how things stand right now. Keep in mind that any subject can change over time, so be sure you keep up with the latest news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar